Mengenal Nurhayati Subakat: Sosok Inovator di Balik Brand Kahf

Minggu, 15 Februari 2026 | 09:40:07 WIB
Mengenal Nurhayati Subakat: Sosok Inovator di Balik Brand Kahf

JAKARTA - Dunia perawatan diri di Indonesia sedang mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan. Jika satu dekade lalu penggunaan produk perawatan kulit atau skincare identik dengan kaum hawa, kini batasan tersebut mulai memudar. Di balik fenomena "naik daun" produk skincare pria bermerek Kahf, terdapat visi tajam dari seorang perempuan tangguh yang mampu membaca arah angin perubahan tren gaya hidup di tanah air.

Nurhayati Subakat, pendiri sekaligus pemilik Paragon Corp, adalah otak di balik strategi ekspansi produk pria tersebut. Kesuksesan Kahf bukan hanya sekadar soal pemasaran, melainkan kemampuan dalam menjawab kebutuhan pria Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya menjaga penampilan serta kesehatan kulit. Berdasarkan data survei Jakpat pada 2021, fakta menunjukkan bahwa 68 persen pria Indonesia telah menggunakan produk perawatan wajah, sebuah angka yang membuktikan adanya transformasi pola pikir tentang perawatan diri di kalangan laki-laki.

Filosofi di Balik Nama dan Kelahiran Kahf

Kahf tidak lahir begitu saja tanpa konsep yang matang. Produk ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 sebagai bagian dari portofolio PT Paragon Technology and Innovation. Nurhayati Subakat menanamkan filosofi yang kuat pada penamaannya. Nama Kahf diambil dari Surat Al-Kahfi dalam kitab suci Al-Qur'an, yang menceritakan tentang sekelompok pemuda yang disatukan oleh keyakinan di dalam sebuah gua.

Melalui filosofi ini, Paragon Corp beserta pendirinya ingin menyampaikan pesan inklusivitas untuk mengajak para pengguna berjalan bersama dalam sebuah komunitas yang positif. Produk ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan karakteristik kulit serta gaya hidup pria Indonesia yang aktif, menjadikannya pilihan utama di tengah gempuran brand internasional.

Rekam Jejak Akademik dan Awal Karier Nurhayati Subakat

Keahlian Nurhayati dalam meracik formula produk kecantikan memiliki dasar keilmuan yang sangat kuat. Wanita kelahiran Padang Panjang, 27 Juli 1950 ini adalah lulusan sarjana Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Prestasi akademiknya tidak main-main; ia pernah dinobatkan sebagai lulusan terbaik profesi apoteker ITB serta meraih Kalbe Farma Award.

Langkah kariernya dimulai dengan mengabdi sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil, Padang. Setelah berkeluarga dan pindah ke Jakarta, Nurhayati sempat bekerja sebagai staf pengendali mutu di perusahaan kosmetik asal Jerman, Wella. Pengalaman bekerja di industri berskala internasional inilah yang kemudian menjadi modal penting baginya dalam memahami standar kualitas produk kecantikan global.

Perjuangan Membangun Bisnis dari Rumah ke Pabrik

Tahun 1985 menjadi titik balik bagi Nurhayati. Ia memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memulai bisnis rumahan. Produk pertamanya adalah sampo bermerek Putri. Dengan modal terbatas, Nurhayati harus turun tangan sendiri menjajakan produknya dari satu salon ke salon lainnya di kawasan Tangerang.

Kualitas produk sampo buatannya ternyata mendapatkan respons yang luar biasa dari pemilik salon dan pelanggan. Pesanan pun melonjak drastis, hingga ia mampu merekrut 25 karyawan dan akhirnya mendirikan pabrik pertama di Kawasan Industri Cibodas pada tahun 1990. Perjuangan dari skala UMKM ini menjadi fondasi bagi berdirinya raksasa kecantikan yang kini kita kenal sebagai Paragon Corp.

Revolusi Kosmetik Halal Melalui Brand Wardah

Ketajaman naluri bisnis Nurhayati kembali teruji ketika ia menyadari adanya kekosongan di pasar kosmetik Indonesia. Di era 90-an, banyak muslimah yang merasa kesulitan menemukan produk kecantikan yang terjamin kehalalannya. Bermodalkan pendidikan farmasi dan pengalaman di industri, Nurhayati memberanikan diri mengembangkan formula kosmetik halal.

Pada tahun 1995, ia resmi meluncurkan Wardah, yang menjadi pelopor brand kosmetik halal lokal pertama di Indonesia. Mengingat populasi muslim Indonesia yang sangat besar, Wardah meledak di pasaran dan secara bertahap memperluas lini produknya ke ranah perawatan kulit. Langkah ini menjadi tonggak sejarah yang menjadikan Paragon Corp sebagai pemain terbesar di industri kecantikan nasional.

Gurita Bisnis Paragon Corp dan Pengakuan Dunia

Saat ini, Paragon Corp bukan hanya tentang Wardah dan Kahf. Perusahaan ini telah menguasai berbagai segmen pasar melalui merek-merek yang spesifik, seperti Make Over, Emina, Putri Hair Choice, Crystallure, Instaperfect, Labore, Biodef, OMG, Beyondly, Tavi, Wonderly, hingga Earth Love Life.

Kesuksesan luar biasa Nurhayati dalam membesarkan industri kosmetik halal diakui secara internasional. Namanya tercatat dalam daftar 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh di Asia versi Forbes Asia 2018. Saat itu, kekayaannya ditaksir mencapai US$1,5 miliar atau setara dengan Rp25 triliun.

Penghargaan internasional terus mengalir seiring pertumbuhan perusahaannya. Nurhayati juga masuk dalam daftar bergengsi lainnya, termasuk 50 perempuan berpengaruh versi Forbes 2022, 50 Over 50 Asia 2022, serta 20 perempuan paling berpengaruh versi Fortune Indonesia 2022. Sosoknya kini menjadi simbol keberhasilan pengusaha lokal yang mampu bersaing dengan merek global melalui inovasi dan integritas produk yang terjaga.

Terkini