5 Rekomendasi Minuman Hangat Untuk Menjaga Imunitas Saat Puasa Musim Hujan

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:02:36 WIB
5 Rekomendasi Minuman Hangat Untuk Menjaga Imunitas Saat Puasa Musim Hujan

JAKARTA - Menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca dingin dan musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Kombinasi antara suhu yang rendah dan kondisi perut yang kosong selama belasan jam menuntut asupan yang mampu menghangatkan sekaligus menutrisi tubuh dengan sangat baik. Mengonsumsi minuman hangat saat berbuka maupun sahur bukan sekadar tradisi, melainkan kebutuhan fungsional untuk mengembalikan suhu internal tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan dari serangan penyakit.

Manfaat Wedang Jahe Sebagai Penghangat Alami Dan Penguat Imunitas

Minuman pertama yang sangat direkomendasikan adalah wedang jahe yang sudah sejak lama dikenal memiliki kandungan gingerol sebagai antiinflamasi dan antioksidan yang sangat kuat bagi tubuh. Rasa pedas alami dari jahe memberikan efek termogenik yang secara instan mampu mengusir rasa dingin setelah seharian beraktivitas di bawah guyuran hujan yang cukup deras melanda. Mengonsumsi wedang jahe saat berbuka puasa pada Selasa 24 Februari 2026 ini diyakini mampu melancarkan sistem pencernaan yang mungkin terasa kaku setelah seharian tidak menerima asupan makanan.

Selain memberikan kehangatan, jahe juga berperan dalam meredakan mual serta memberikan efek relaksasi pada otot-otot saluran pencernaan agar siap menerima makanan berat setelah prosesi berbuka. Anda bisa menambahkan sedikit madu atau gula merah untuk memberikan energi tambahan secara cepat tanpa membebani kerja pankreas dalam memproduksi insulin secara berlebihan di saat perut kosong. Wedang jahe menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap produktif menjalankan ibadah malam seperti salat tarawih tanpa terganggu oleh rasa kembung atau masuk angin akibat cuaca dingin.

Kehangatan Teh Kayu Manis Untuk Menjaga Stabilitas Gula Darah

Pilihan kedua yang tidak kalah nikmat adalah teh kayu manis yang memiliki aroma khas yang menenangkan serta mampu memberikan sensasi hangat yang bertahan lama di dalam kerongkongan. Kayu manis dikenal memiliki kemampuan untuk meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sangat baik dikonsumsi saat puasa untuk menjaga agar kadar gula darah tetap berada pada batas normal. Memasukkan satu batang kayu manis ke dalam seduhan teh hangat saat sahur dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga tubuh agar tidak mudah menggigil kedinginan.

Dalam suasana musim hujan yang seringkali membuat tubuh terasa lemas, aroma dari kayu manis juga berfungsi sebagai aromaterapi alami yang bisa membangkitkan semangat dan fokus selama berpuasa. Kandungan polifenol di dalamnya bertindak sebagai pelindung sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang mungkin meningkat saat kondisi fisik sedang mengalami kelelahan akibat rutinitas. Teh hangat ini sangat cocok dinikmati bersama keluarga di rumah sembari menunggu waktu imsak tiba, memberikan rasa nyaman yang sangat mendalam sebelum memulai ibadah puasa sehari penuh.

Khasiat Susu Kunyit Hangat Bagi Pemulihan Fisik Saat Malam

Susu kunyit atau yang sering disebut sebagai Golden Milk menjadi rekomendasi ketiga karena mengandung kurkumin yang sangat efektif untuk mempercepat proses pemulihan sel-sel tubuh yang lelah. Campuran susu hangat dengan parutan kunyit segar atau bubuk kunyit memberikan nutrisi kalsium sekaligus zat anti-bakteri yang mampu mencegah radang tenggorokan di tengah cuaca yang sangat ekstrem. Minuman ini sangat ideal dikonsumsi sebelum tidur di malam hari agar saat bangun sahur nanti, tubuh terasa lebih segar dan sendi-sendi tidak terasa kaku akibat suhu malam.

Penggunaan susu rendah lemak atau susu nabati seperti susu almond bisa menjadi alternatif bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap laktosa namun tetap ingin merasakan manfaat minuman ini. Kunyit juga membantu meningkatkan fungsi hati dalam membuang racun-racun sisa metabolisme yang tertumpuk selama tubuh melakukan proses autofagi atau pembersihan mandiri saat sedang menjalankan ibadah puasa. Dengan rutin mengonsumsi minuman hangat ini, risiko terserang flu atau batuk selama bulan Ramadan di musim hujan dapat diminimalisir secara signifikan sehingga ibadah menjadi lebih tenang.

Cokelat Panas Tanpa Gula Berlebih Untuk Meningkatkan Mood

Bagi pecinta rasa manis, cokelat panas merupakan pilihan keempat yang sangat efektif dalam meningkatkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan saat kondisi cuaca sedang mendung dan gelap. Cokelat hitam yang diseduh dengan air hangat mengandung flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung serta mampu melancarkan aliran darah ke seluruh jaringan tubuh agar tetap terasa hangat. Pastikan untuk tidak menggunakan gula pasir secara berlebihan agar manfaat kesehatan dari cokelat tidak tertutup oleh risiko kenaikan berat badan yang tidak diinginkan selama bulan puasa.

Minuman cokelat panas ini memberikan efek rasa kenyang yang cukup padat sehingga cocok dikonsumsi sebagai pendamping takjil saat berbuka puasa untuk menunda rasa lapar yang berlebih. Kandungan magnesium dalam cokelat juga membantu merelaksasi sistem saraf sehingga Anda bisa beristirahat dengan lebih berkualitas setelah menyelesaikan rangkaian ibadah malam yang cukup panjang dan melelahkan. Kombinasi rasa pahit yang elegan dan suhu hangat dari cokelat akan memberikan sensasi mewah sekaligus menyehatkan bagi siapa saja yang menikmatinya di tengah rintik hujan malam hari.

Wedang Secang Sebagai Minuman Tradisional Penambah Stamina

Rekomendasi terakhir adalah wedang secang yang merupakan minuman tradisional khas nusantara dengan warna merah alami yang berasal dari kayu secang dan mengandung senyawa antioksidan tinggi. Wedang ini biasanya diracik dengan berbagai rempah lain seperti kapulaga, cengkeh, dan serai yang secara sinergis mampu meningkatkan stamina tubuh agar tidak mudah terserang penyakit musiman. Warna merahnya yang cantik serta aromanya yang sangat rempah memberikan kebanggaan tersendiri saat menyajikan minuman warisan leluhur ini di meja makan keluarga saat waktu berbuka tiba.

Kayu secang memiliki sifat antimikroba yang sangat baik untuk membersihkan area pernapasan dari kuman yang seringkali berkembang biak dengan cepat pada kondisi udara yang lembap dan dingin. Mengonsumsi wedang secang secara rutin selama bulan Ramadan 2026 ini akan membantu menjaga kualitas suara para imam masjid maupun jamaah yang aktif dalam kegiatan tadarus Al-Qur'an. Inilah saat yang tepat untuk kembali melestarikan minuman herbal lokal yang terbukti ampuh menjaga kesehatan bangsa selama ratusan tahun meskipun harus menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu.

Terkini