JAKARTA - Peta persaingan teknologi dunia kini tengah bergeser ke arah Asia Selatan, seiring dengan langkah berani salah satu raksasa konglomerasi India dalam menguasai sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Adani Group secara resmi mengumumkan visi besar mereka untuk membangun fondasi infrastruktur digital masa depan yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan. Investasi ini menjadi sinyal kuat bahwa India bertekad menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton, dalam revolusi digital yang tengah berlangsung.
Konglomerat India Adani Group mengumumkan rencana investasi sebesar US$100 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun untuk mengembangkan pusat data siap kecerdasan buatan (AI) yang ditopang energi terbarukan hingga 2035. Melansir CNBC International, proyek ini ditujukan untuk membangun platform pusat data terintegrasi terbesar di dunia dan memperkuat posisi India dalam persaingan global AI. Langkah ini diharapkan mampu mengubah lanskap industri teknologi di kawasan tersebut secara permanen.
Revolusi Kecerdasan dan Transformasi India Sebagai Kreator Teknologi
Visi yang diusung oleh Gautam Adani mencerminkan pergeseran paradigma tentang bagaimana sebuah negara berkembang memandang teknologi mutakhir. Menurutnya, skala perubahan yang dibawa oleh AI akan jauh melampaui sejarah perkembangan industri yang pernah ada sebelumnya. "Dunia sedang memasuki revolusi kecerdasan yang lebih dalam dibanding Revolusi Industri sebelumnya," ujar Ketua Adani Group Gautam Adani dalam pernyataan resmi.
Penegasan ini diikuti dengan komitmen untuk menaikkan kelas kemampuan sumber daya manusia dan infrastruktur India di mata dunia. Adani menekankan bahwa ketersediaan pusat data berskala besar akan menjadi kunci kedaulatan digital. "India tidak akan hanya menjadi konsumen di era AI. Kami akan menjadi pencipta, pembangun, dan pengekspor kecerdasan," katanya. Pernyataan tersebut sekaligus mengukuhkan ambisi grup tersebut untuk memimpin ekosistem teknologi dari hulu ke hilir.
Ekspansi Kapasitas Data Center dan Aliansi Strategis dengan Global Tech
Rencana besar ini tidak hanya berhenti pada angka investasi yang fantastis, tetapi juga melibatkan peningkatan kapasitas teknis yang signifikan melalui jaringan AdaniConnex. Dorongan AI ini akan memperluas jaringan pusat data nasional AdaniConnex, usaha patungan Adani Group dengan EdgeConnex, dari kapasitas saat ini sekitar 2 gigawatt (GW) menuju target 5 GW. Perusahaan menyebut skala tersebut akan menjadikannya platform pusat data terintegrasi terbesar secara global, yang mampu melayani kebutuhan komputasi tingkat tinggi untuk berbagai kebutuhan industri.
Guna memperlancar jalan menuju dominasi global tersebut, Adani Group juga mengungkapkan kemitraan strategis dengan Google, serta menyatakan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemain teknologi besar lain untuk membangun kampus pusat data berskala besar di berbagai wilayah India. Sinergi ini sejalan dengan langkah induk Google, Alphabet, yang telah menyatakan komitmen investasi US$15 miliar dalam lima tahun untuk pengembangan pusat data AI di India selatan. Pertemuan antara kekuatan modal lokal dan teknologi global ini diprediksi akan menciptakan efek bola salju bagi industri manufaktur server dan platform cloud di India.
Dampak Ekonomi Sektoral dan Respon Positif Pasar Modal
Investasi masif ini diprediksi akan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor industri pendukung lainnya di India. Perusahaan menyatakan investasi tersebut berpotensi menciptakan ekosistem infrastruktur AI senilai hingga US$250 miliar selama satu dekade ke depan, serta memicu tambahan belanja sekitar US$150 miliar di sektor manufaktur server, platform cloud nasional, dan industri pendukung lainnya. Hal ini dipandang sebagai katalisator yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital India secara eksponensial.
Kabar mengenai guyuran dana jumbo ini langsung disambut antusias oleh para pelaku pasar di bursa saham. Pasar merespons positif kabar tersebut. Saham Adani Enterprises, perusahaan unggulan grup, menguat sekitar 2,3% dan menjadi salah satu penguat utama indeks Nifty 50. Saham Adani Green Energy juga tercatat naik sekitar 1,8%. Meskipun demikian, pergerakan saham Adani Group dalam beberapa pekan terakhir berfluktuasi di tengah tekanan hukum yang membayangi, terkait dokumen pengadilan di Amerika Serikat mengenai dugaan penyuapan dan penipuan yang melibatkan petinggi grup tersebut.
Visi Global South dalam Ajang AI Impact Summit India
Pengumuman investasi ini disampaikan bertepatan dengan penyelenggaraan AI Impact Summit India, sebuah ajang bergengsi yang dihadiri oleh tokoh-tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi saat ini. Ajang lima hari tersebut dihadiri para pemimpin global dan eksekutif teknologi, termasuk CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Alphabet Sundar Pichai, yang disebut sebagai pertemuan AI internasional besar pertama di kawasan Global South. Kehadiran para raksasa Silicon Valley ini mempertegas posisi India sebagai pusat gravitasi baru dalam pengembangan AI dunia.
Melalui proyek ambisius ini, Adani Group tidak hanya sedang membangun gedung-gedung pusat data, melainkan sedang merancang masa depan di mana India memiliki kendali penuh atas data dan kecerdasan buatannya sendiri. Meski diterjang berbagai tantangan hukum, komitmen investasi ini menunjukkan bahwa raksasa India tersebut tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka untuk mendominasi lanskap teknologi abad ke-21.