JAKARTA - Universitas Jambi secara resmi mengukuhkan Prof Mursalin sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu rekayasa pangan guna memperkuat riset teknologi pangan nasional. Momentum berharga ini menandai babak baru bagi institusi pendidikan tinggi di Jambi dalam upaya meningkatkan kualitas akademik serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Pada Rabu 25 Februari 2026, upacara pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran rektorat, sivitas akademika, serta sejumlah tamu undangan penting lainnya.
Dedikasi Prof Mursalin Dalam Inovasi Riset Rekayasa Pangan Di Indonesia
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Mursalin memaparkan berbagai potensi besar yang dimiliki oleh sumber daya pangan lokal untuk dikembangkan melalui sentuhan teknologi rekayasa modern. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kemampuan para peneliti dalam menciptakan nilai tambah pada komoditas hasil pertanian lokal di Indonesia. Rabu 25 Februari 2026 menjadi saksi atas komitmen panjang sang profesor dalam menekuni dunia sains yang berfokus pada efisiensi proses pengolahan bahan pangan alami.
Rekam jejak akademik Prof Mursalin menunjukkan konsistensi yang luar biasa dalam mempublikasikan berbagai karya ilmiah bertaraf internasional yang diakui oleh para pakar dunia. Gelar Guru Besar yang disandangnya kini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi tanpa henti dalam memajukan kurikulum teknik pertanian di Universitas Jambi. Pihak universitas berharap bahwa pencapaian ini dapat memotivasi para dosen muda lainnya untuk segera meraih gelar akademik tertinggi demi kemajuan institusi pendidikan di Jambi.
Kontribusi Universitas Jambi Dalam Mendukung Kedaulatan Pangan Melalui Riset Akademik
Rektor Universitas Jambi menyatakan bahwa penambahan jumlah Guru Besar akan berdampak langsung pada akreditasi serta reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional yang prestisius. Kehadiran Prof Mursalin dengan keahlian spesifik di bidang rekayasa pangan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan krusial dalam industri pengolahan pangan di era digital. Hingga Rabu 25 Februari 2026, universitas terus mendorong terciptanya ekosistem riset yang kolaboratif antara akademisi dengan para pelaku industri manufaktur pangan yang sangat dinamis.
Visi besar Universitas Jambi adalah menjadi pusat keunggulan riset pangan yang mampu memberikan solusi praktis bagi para petani dalam menjaga kualitas pasca panen. Teknologi rekayasa pangan yang dikembangkan oleh Prof Mursalin mencakup teknik pengawetan alami serta optimalisasi kandungan gizi pada produk makanan olahan yang beredar di masyarakat. Keberhasilan ini membuktikan bahwa universitas di daerah memiliki kapasitas yang sejajar dengan perguruan tinggi ternama lainnya dalam memberikan kontribusi bagi kedaulatan pangan bangsa.
Penerapan Teknologi Rekayasa Pangan Untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk Lokal
Salah satu fokus utama dari riset yang dilakukan oleh Prof Mursalin adalah bagaimana mentransformasi produk pertanian mentah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang kompetitif. Melalui pendekatan rekayasa teknik yang presisi, proses pengolahan pangan dapat dilakukan dengan biaya yang lebih efisien namun tetap menjaga standar keamanan pangan dunia. Pada Rabu 25 Februari 2026, ditekankan bahwa inovasi ini sangat relevan untuk diaplikasikan pada industri kecil menengah guna meningkatkan kesejahteraan para pengusaha lokal di Jambi.
Penerapan ilmu rekayasa pangan juga berperan penting dalam meminimalisir limbah hasil pertanian yang selama ini sering menjadi permasalahan serius bagi para petani daerah. Prof Mursalin mengajak seluruh elemen pemangku kepentingan untuk mulai melirik teknologi tepat guna yang lahir dari rahim perguruan tinggi sebagai solusi pembangunan ekonomi. Dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi hilirisasi hasil riset ini sangat diperlukan agar produk-produk inovatif tersebut dapat segera masuk ke pasar komersial secara luas.
Tantangan Dan Peluang Masa Depan Industri Pangan Di Era Globalisasi
Dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis pangan global yang menuntut kesiapan mental serta penguasaan teknologi tingkat tinggi bagi setiap negara berdaulat termasuk Indonesia. Prof Mursalin dalam paparannya menyebutkan bahwa adaptasi teknologi rekayasa pangan harus dilakukan secara cepat agar produk dalam negeri tidak kalah saing dari produk impor. Rabu 25 Februari 2026 menjadi titik balik bagi para peneliti di Universitas Jambi untuk semakin gencar melakukan kolaborasi riset lintas disiplin ilmu yang sangat mendalam.
Peluang ekspor produk pangan olahan berbasis bahan lokal sangat terbuka lebar seiring dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat di kalangan masyarakat dunia internasional. Inovasi riset yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berhenti di atas meja perpustakaan, namun benar-benar menjadi katalisator perubahan bagi struktur industri pangan nasional yang kuat. Gelar Guru Besar yang kini disandang oleh Prof Mursalin adalah sebuah tanggung jawab besar untuk terus membimbing generasi penerus bangsa agar melek terhadap teknologi pangan masa depan.
Harapan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Melalui Lahirnya Guru Besar Baru
Pengukuhan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Universitas Jambi mampu mencetak pakar-pakar hebat yang diakui kredibilitasnya dalam skala nasional melalui proses seleksi yang sangat ketat. Segenap sivitas akademika Universitas Jambi memberikan ucapan selamat yang paling tulus atas pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh Prof Mursalin di bidang rekayasa pangan. Hingga akhir Rabu 25 Februari 2026, suasana kebahagiaan masih terasa menyelimuti area kampus seiring dengan harapan besar akan lahirnya inovasi-inovasi baru dari tangan sang profesor.
Kedepannya, laboratorium rekayasa pangan di Universitas Jambi akan diproyeksikan menjadi pusat riset rujukan bagi pengembangan teknologi pangan di wilayah Sumatera dan sekitarnya secara berkelanjutan. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan cita-cita besar menjadi bangsa yang mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan harian rakyat. Selamat bertugas kepada Prof Mursalin, semoga ilmu yang diberikan senantiasa memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia tercinta.